31 Maret 2011

Sistim Dispersi

Ditulis oleh Adam Wiryawan pada 14-02-2011

(a) Filter

Hanya digunakan pada colourimeter murah pita ˜ 25-50 nm tidak umum digunakan dalm instrumen modern

(b) Prisma

prisma kwarsa memiliki karakteristik dispersi lemah pada daerah sianr tampak (380-780 nm) dispersi bervariasi sesuai panjang gelombang lebih mahal daripada grating

Gambar 15.19. Sistim dispersi pada monokromator dengan prisma

(c) Difractions Gratings

Dispersi kontan dengan panjang gelombang yang lebih besar daripada yang biasa digunakan.

Gambar 15.20. Sistim dispersi pada monokromator dengan grating

Kuvet

  1. Gelas. Umum digunakan (pada 340-1000 nm). Biasanya memiliki panjang 1 cm (atau 0,1, 0,2 , 0,5 , 2 atau 4 cm)
  2. Kwarsa mahal, range (190-1000nm)
  3. Cell otomatis (flow through cells)
  4. Matched cells
  5. Polystyrene range ( 340-1000nm) throw away type
  6. Micro cells

Detektor

(a) Barrier layer cell (photo cell atau photo voltaic cell)

(b) Photo tube

lebih sensitif daripada photo cell, memerlukan power suplai yang stabil dan amplifier

(c) Photo multipliers

Sangat sensitif, respons cepat digunakan pada instrumen double beam penguatan internal

Sistem pembaca

(a)Null balance
menggunakan prinsip null balance potentiometer, tidak nyaman, banyak diganti dengan pembacaan langsung dan pembacaan digital

(b)Direct readers

%T, A atau C dibaca langsung dari skala

(c)Pembacaan digital

mengubah sinyal analog ke digital dan menampilkan peraga angka Light emitting diode (LED) sebagai A, %T atau C

Gambar 15.21. Pembaca transmitansi dan absorbansi pada spektrofotometer

Dengan pembacaan meter seperti Gambar 15.21, akan lebih mudah dibaca skala transmitan-nya, kemudian menentukan absorbansi dengan A = – log T.

Skema dasar instrumen single beam dan double beam seperti disajikan pada Gambar 15.22 dan 15.23.

Gambar 15.22. Diagram optik Bausch & Lomb Spectronic-20

Gambar 15.23. Spektrofotometer double beam untuk UV–tampak

Tidak ada komentar: